Minggu, 05 Desember 2010

Materi Mata pelajaran untuk anak SD perlu atau tidak?

Ketika ada pertanyaan apa bunyi pasal 27 UUD dalam soal UAS atau UPM di sekolah dasar. rasanya kok lucu dan menggelitik. Ketika anak hafal pasti akan senang menjawab, untuk anak yang gak hafal pasti bingung, dan menggerutu soal kok seperti ini, apa saya harus hafal isi UUD?… wong anggota DPR / MPR yang bikin aja gak hafal apalagi saya, dan gunanya saya hafal juga buat apa, emang gue pikirin. Tapi klo disuruh jawab ya.. akhrnya menghitung kancing aja yang penting diisi, syukur-syukur bener he….
Melihat kejadian di atas maka kiranya pemerintah khususnya menteri pendidikan dan departemennya harus mempunyai langkah-langkah yang konkret untuk menghasilkan investasi yang luar biasa yaitu generasi penerus bangsa Indonesia ini. Kalau tidak mau dibawa kemana bangsa ini?… Sebagai orang yang berkecipung di dunia pendidikan rasanya hati ini melihat bahwasannya pemerintah hanya sekedar mengurusi proyek pembuatan kurikulum, sertifikasi guru, dll. tanpa memperhatikan kondisi anak bangsa sesungguhnya. Realitanya bahwa kurikulum dibuat untuk memenuhi tuntutan sipembuat, dan mengejar prestice di tingkat manca negara dengan bangga pamer menjadi juara dunia olimpiade mata pelajaran, disisi lain banyak anak di pedalaman yang masih belum bisa membaca atau menulis, bahkan di kota maupun desa juga masih sulit mengerjakan soal UPM ataupun UAS. Mengapa demikian? kalau dikaji saya melihat bahwa materi yang diberikan ditingkat sekolah dasar cenderung tidak memperhatikan kondsi kejiwaan, sosial, emosional, intelegensi seorang anak. Akhirnya guru berusaha bagaimana menyampaikan materi sebanyak-banyaknya agar dapat mengerjakan soal, dan berorientasi bagaimana sekolahnya dipandang masyarakat unggul dikarenakan nilai yang tinggi, bukan bagaimana belajar yang asyik bagi anak. Hal inilah yang menyiksa anak bangsa kita. Pada saat SMA atau perguruan tinggi anak bangsa ini menjadi loyo, stres, maka mudah sekali untuk dijajah oleh bangsa lain, dengan diberi minuman keras, narkoba, dsb. apakah ini akan berlanjut terus?…………….. ayo pak mentri ubah kurikulum kita yang tidak bermanfaat bagi anak bangsa ini.
Kalau boleh usul nih sebaiknya mata pelajaran yang tidak bermanfaat bagi anak di hilangkan aja seperti PPKn. dan mata pelajaran yang lain disesuaikan dengan perubahan jaman dan sesuai tingkat usia anak, misal untuk IPS masalah geografis wilayah Indonesia bukan hafalan nama profensi dan ibu kota, dll. tapi bagaimana cara membaca peta yang baik ini yang ditekankan. masalah kebudayaan mengapa anak kita disuruh hafal tari a berasal dari b. Hal ini lah yang membuat anak bangsa ini tidak paham dan cinta terhadap budaya nusantara. ujung-ujungnya kebudayaan kita dicaplok negara lain. ya nggak…. sedangkan anak bangsa kita cepat mengikuti tradisi barat yang nota bene bertentangan dengan nilai-nilai agama dan budaya bangsa. Untuk mencegah itu salah satu jalan mkeluarnya adalah pendidikan dengan benar-benar menekankan kurikulum berdasarkan budaya bangsa Indonesi bukan mengapdosi budaya atau kurikulum bangsa lain. Hal ini saya kiraterjadi dikarenakan bangsa Indonesia tidak mempunyai kepercayaan diri dan terlalu mengagungkan bahasa inggris, dengan dalih ilmu pengetahuan selalu berbahasa inggris. cobalah berpikir wahai manusia indonesia orang inggris tidak mau belajar bahasa indonesia mengapa kita selalu mengunggulkan bhs inggris lucu sekali bangsa ini. Ayo berubah…. segera berubah….





Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

Negara Kesatuan Republik Indonesia
Lagu “Indonesia Raya” yang diciptakan oleh W.R. Soepratman merupakan lagu wajib bagi Negara Indonesia. Lagu ini memiliki makna yang cukup dalam bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Lagu ini memberikan kecintaan untuk senantiasa menjaga
kemerdekaan yang sudah diraih dengan susah payah oleh para pejuang. Perjuangan untuk meraih kemerdekaan bukanlah sebuah hadiah yang diberikan oleh Negara Jepang yang telah menjajah Indonesia. Bukan pula hadiah dari Belanda. Kemerdekaan juga bukan terjadi secara kebetulan. Kemerdakaan hadir karena ada perjuangan. Perjuangan untuk meraih kemerdekaan ini dilalui dengan pengorbanan yang cukup besar. Tidak sedikit biaya yang dikorbankan. Bahkan banyak pejuang yang gugur dalam merebut kemerdekaan Indonesia. Berbagai bentuk perlawanan untuk merebut kemerdekaan dari tangan penjajah telah dilakukan. Meskipun saat itu perjuangan banyak yang masih bersifat kedaerahan.
Beberapa contoh pahlawan yang ikut melakukan perlawanan terhadap penjajah Belanda, antara lain sebagai berikut.
1. Sultan Agung melakukan perlawanan di Mataram.
2. Sultan Hassanudin melakukan perlawanan di Makassar.
3. Sultan Ageng Tirtoyoso melakukan perlawanan di Banten dan Jakarta.
4. Imam Bonjol melakukan perlawanan di Sumatera Barat.
5. Pangeran Diponegoro melakukan perlawanan di Jawa.
6. Cut Nyak Dien dan Teuku Umar melakukan perlawanan di Aceh.
7. Pangeran Antasari melakukan perlawanan di Banjarmasin.
Selain itu, masih banyak pejuang yang tidak terhitung jumlahnya yang rela berkorban untuk mencapai kemerdekaan Indonesia. Mereka tidak ingin rakyat disiksa. Pada zaman penjajahan Belanda rakyat dipaksa untuk kerja rodi atau kerja paksa. Rakyat diharuskan menanam tanaman yang hasilnya sepenuhnya untuk kepentingan bangsa Belanda. Setelah lepas dari penjajahan Belanda, Indonesia dijajah oleh Jepang. Jepang masuk Indonesia dengan membawa semboyan Gerakan Tiga A, yaitu ”Jepang Cahaya Asia, Jepang Pelindung Asia, dan Jepang Pemimpin Asia.” Namun itu semua hanya siasat agar mendapatkan simpati dari rakyat Indonesia. Semboyan Gerakan Tiga A ternyata tidak terbukti. Bahkan keadaan rakyat Indonesia lebih buruk dari sebelumnya. Rakyat Indonesia semakin sengsara. Untuk kepentingan perang, Jepang melakukan kerja paksa. Kaum laki-laki dipaksa bekerja di proyek-proyek pembangunan
sarana militer. Kerja paksa itu dikenal dengan istilah romusha atau serdadu ekonomi. Jepang juga mengikutkan para pemuda Indonesia untuk dilatih dalam bidang kemiliteran, seperti Peta, Heiho, dan Seinendan. Semua itu bertujuan agar para pemuda mau membantu Jepang dalam perang menghadapi sekutu. Para petani juga dipaksa untuk menjual beras kepada Jepang. Tentunya dengan harga yang sangat murah. Beras itu digunakan untuk member makan tentara Jepang yang sedang berperang. Akibatnya, banyak petani yang mengalami kelaparan. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, dikumandangkan pada tanggal 17 Agustus 1945. Sejak saat itulah sejarah bangsa Indonesia sebagai bangsa yang merdeka dan bernegara. Mulai saat itu pula bangsa Indonesia menyusun pemerintahannya. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia merupakan sumber hukum bagi pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Proklamasi Kemerdekaan itu telah mewujudkan Negara Republik Indonesia dari Sabang sampai Merauke.
Proklamasi kemerdekaan bukanlah tujuan, melainkan alat untuk mencapai cita-cita bangsa dan tujuan negara. Adapun cita-cita bangsa dan tujuan negara adalah membentuk masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila. Proklamasi yang kamu baca di atas mempunyai arti bagi
bangsa Indonesia, yaitu sebagai berikut.
a. Lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
b. Puncak perjuangan pergerakan kemerdekaan, sejak 20 Mei 1908.
c. Titik tolak pelaksanaan Amanat Penderitaan Rakyat. Sejak diproklamasikan kemerdekaan 17  gustus 1945.
Bagaimana lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)?

Sebelum merdeka, bangsa Indonesia mempunyai rangkaian sejarah yang terbentuk dari berbagai usaha dan perjuangan untuk merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Indonesia dijajah karena Indonesia memiliki begitu banyak kekayaan alam yang mengundang bangsa lain, seperti Portugis, Inggris, Belanda, dan Jepang untuk menguasainya. Berkat kegigihan dalam mengusir penjajah tanpa mengenal lelah dan juga atas pertolongan dari Allah SWT, maka cita-cita untuk mencapai kemerdekaan itu terwujud. Untuk itulah apa yang sudah diraih melalui perjuangan panjang perlu dijaga. Kegiatan kemerdekaan ini harus diisi dengan hal-hal yang positif. Berikan arti bagi para pejuang yang telah rela mengorbankan jiwa dan raganya untuk mencapai kemerdekaan.
B Menjaga Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia

Memahami Negara Kesatuan Republik Indonesia
Semboyan bangsa Indonesia adalah “Bhinneka Tunggal Ika”, artinya meskipun terdiri dari aneka ragam budaya, tetapi tetap satu jua. Semboyan ini mengokohkan Indonesia sebagai bangsa yang bersatu, bangsa yang mau menghargai perbedaan, dan bangsa yang senantiasa menghormati keragaman budaya yang berpijak pada nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara.
Rintisan perjuangan untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa telah dimulai sejak dikumandangkan Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Teks Sumpah Pemuda itu berisi tentang satu bahasa, satu bangsa, dan satu tanah air yaitu Indonesia. Dengan ikrar yang dikemas dalam Sumpah Pemuda inilah, perjuangan yang masih bersifat kedaerahan bersatu padu untuk mewujudkan suatu kesatuan dalam menggalang kekuatan.
Pentingnya Menjaga Persatuan dan Kesatuan
Dasar-dasar pembentukan jiwa nasional dipelopori oleh para pejuang kemerdekaan bangsa, antara lain yang dilakukan oleh para tokoh pejuang kebangkitan nasional pada tahun 1908, kemudian dicetuskan pada Sumpah Pemuda pada tahun 1928. Akhirnya titik akhir sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam mendirikan negara tercapai dengan diproklamasikannya kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Sungguh luar biasa, betapa besar nilai kebersamaan dalam mewujudkan cita-cita mulia, cita-cita mencapai Indonesia merdeka. Bangsa Indonesia mampu menyatukan adat istiadat yang berbeda. Mampu menyatukan corak ragam budaya yang berbeda, mampu menyatukan bahasa yang berbeda untuk mewujudkan harapan satu
Tidak salah jika ada sebuah perumpamaan, “Jika sapu lidi itu sendiri, maka cukup mudah untuk dipatahkan, tetapi jika sapu lidi itu disatukan maka akan kuat dan sulit untuk dipatahkan.” Itulah sebuah nilai pentingnya persatuan dan kesatuan. Bahkan ada sebuah semboyan yang perlu untuk
direnungkan bersama yaitu, ”Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh.”
C Mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia

Berbagai Pemberontakan Setelah Indonesia Merdeka
Setelah berjuang bersama-sama dan mampu mencapai kemerdekaan, terkadang muncul dari kelompok-kelompok tertentu untuk berkuasa. Ada yang muncul dari daerah tertentu untuk memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ada pula yang muncul dari partai untuk menguasai Negara yang sudah terbentuk. Masih banyak lagi golongan yang ingin berkuasa setelah merdeka. Pemberontakan demi pemberontakan dapat digagalkan. Semua itu tidak lepas karena kokohnya persatuan dan kesatuan. Kokohnya persatuan dan kesatuan tidak mampu dikoyak berbagai pemberontakan. Satu per satu para  pemberontak berhasil digagalkan. Namun demikian, kamu harus tetap waspada. Masih banyak kelompok-kelompok tertentu yang ingin menguasai negara yang kaya raya ini. Berbagai kerusuhan terjadi saat ini. Di Poso kamu lihat kerusuhan yang menelan banyak harta dan jiwa. Begitu juga di Maluku dan di Aceh. Aksi terorisme di berbagai daerah juga masih mengancam. Semua itu merupakan tantangan yang harus diwaspadai agar Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap utuh. Kemerdekaan yang diraih sejak 17 Agustus 1945 sudah dibayar mahal oleh para pahlawan yang gugur dalam meraih
kemerdekaan. Mereka berjuang tanpa pamrih. Mereka hanya ingin Negara Indonesia merdeka. Untuk itu jangan disia-siakan kemerdekaan ini. Mari kemerdekaan diisi dengan hal-hal yang bermanfaat. Kamu sebagai pelajar, maka kemerdekaan diisi dengan belajar sungguh-sungguh. Belajar untuk saling memahami orang lain, serta belajar untuk saling menghormati perbedaan yang ada. Anak-anak belajar untuk berempati, yaitu memiliki tenggang rasa. Pancasila sebagai Dasar Negara selalu dijadikan pedoman. Masyarakat Indonesia harus berketuhanan, berperikemanusiaan, mempunyai jiwa persatuan, memiliki  jiwa demokrasi, dan selalu menjunjung tinggi musyawarah untuk mencapai mufakat. Dengan mengamalkan nilai-nilai Pancasila ini, maka akan tetap terwujud persatuan dan kesatuan bangsa. Nilai-nilai Pancasila perlu diamalkan dengan menciptakan kerukunan antar sesama. Kerukunan ini dapat dijadikan modal untuk tetap menjaga keutuhan bangsa. Meskipun banyak kelompok yang ingin merongrong negeri ini, namun dengan persatuan dan kesatuan, semua akan teratasi dengan baik.
Jika keutuhan bangsa ini terwujud dengan baik, apapun tantangan akan dihadapi bersama. Tidak peduli tantangan itu datangnya dari luar. Untuk menjaga keutuhan wilayah Indonesia  dari ancaman negara lain, Indonesia memiliki tentara. Tentara ini berperan sebagai alat untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Setiap waktu, Angkatan Laut, Angkatan Darat, dan Angkatan Udara berpatroli, terutama di perbatasan. Hal ini untuk menjaga agar jangan sampai ada negara lain yang datang lagi untuk mencoba menguasai dan menjajah tanah ini.
Sebagai seorang pelajar, kamu perlu menjaga agar kebersamaan yang sudah dirintis oleh para pendahulu bangsa ini tidak tercerai-berai. Kebersamaan yang digalang mulai tahun 1908 hingga mencapai sebuah cita-cita kemerdekaan harus tetap terwujud sehingga bisa kamu rasakan sampai saat ini. Relakah kamu, apabila ada beberapa kelompok berusaha untuk memorakporandakan persatuan dan kesatuan yang sudah dibangun sedemikian rupa kuatnya?
Atau mungkin kamu juga berpikir bahwa persatuan dan kesatuan untuk mencapai suatu tujuan kemerdekaan Indonesia dengan dasar “Pancasila” tidak mungkin dikoyak oleh siapapun?